Karena Donal sering menemani Paman Gober jalan-jalan keliling dunia, ia sering menemui tradisi-tradisi unik di berbagai belahan dunia. Berikut ini adalah beberapa tradisi menarik yang pernah ia saksikan. Apa ada yang mirip dengan di Indonesia, ya?
Membuang Gigi Susu yang Tanggal
Di Vietnam
Baik gigi bawah atau pun gigi atas di buang ke atap rumah.
Di Cina, Jepang, dan Korea
Kalau gigi bawah dibuang ke atas atap rumah, kalau gigi bawah di buang ke kolong rumah. Dengan demikian diharapkan gigi atas akan tumbuh dengan sehat ke arah bawah dan gigi bawah akan tumbuh sehat ke arah atas.
Di Amerika Serikat dan Inggris
Anak kecil akan menaruh gigi yang tanggal di bawah bantal sebelum tidur. Lalu, peri gigi akan mengambil gigi itu di malam hari. Nah, pagi harinya si anak akan menemukan uang di bawah bantalnya. Eh, ya, tentu saja orang tua sang anaklah yang menjadi "peri"-nya!
Di Perancis
Mirip dengan anak di Amerika Serikat dan Inggris, hanya saja yang ditaruh sebagai ganti gigi bukan uang, melainkan hadiah seperti mobil-mobilan atau boneka.
Di Slovenia
Mirip dengan di Perancis, hanya saja permen menjadi pengganti mainan. Hmm… kalau kamu lebih suka diberi ganti uang, hadiah, atau permen, sih?
Di Meksiko dan Spanyol
Di dua negara latin ini, tradisinya mirip dengan di Amerika Serikat dan Inggris. Cuma, bukan peri yang mengambil gigi tersebut, melainkan tikus. Dan tikus itu pun meninggalkan uang. Waaah, sepertinya lebih asyik didatangi peri dibanding tikus, yah?!
Di Israel dan Italia
Mereka tidak memiliki tradisi apa pun untuk gigi yang tanggal. Namun, ada beberapa orang yang suka menyimpan gigi yang tanggal untuk kenang-kenangan.
Di Mongolia
Gigi diberikan kepada anjing muda. Karena anjing di Mongolia dianggap sebagai malaikat penjaga. Jadi gigi bayi diselipkan pada daging lalu disuguhkan pada anjing muda. Saat "malaikat penjaga" itu memakannya, dipercaya akan tumbuh gigi yang kuat.
Di Austria
Terkadang gigi susu yang tanggal dijadikan liontin atau gantungan kunci. Kalau tidak gigi tersebut di lempar ke atap atau ke bawah rumah, seperti orang Cina, Jepang, dan Korea.
Menghadiri Jamuan Makan
Di China
Untuk kesopanan, jika dijamu makan di Cina, sebaiknya kita tidak menghabiskan semua makanan yang ada di piring. Menghabiskan semua makanan akan menimbulkan kesan bahwa makanan yang dihidangkan tidak cukup dan kita masih merasa lapar.
Di Perancis
Meminta saus tomat atau sambal pada sebuah jamuan resmi di Prancis berarti tamu tidak menyukai makanan yang dihidangkan. Hmm, kalau begini orang Indonesia yang gemar masakan pedas harus bisa menahan diri, nih!
Di Jepang
Untuk menunjukkan pada tuan rumah bahwa kita menyukai makanan yang disajikan adalah dengan menghirup dan mengunyah makanan berkuah dengan cepat dan bersemangat. Kalau di Indonesia makan bersuara di anggap tidak sopan, di Jepang makan bersuara keras justru dianggap sebagai berseleranya tamu terhadap hidangan yang disajikan, sehingga tidak sabar untuk segera menyantapnya.
Menghilangkan Cegukan
Di Vietnam
Orang yang sedang cegukan dikejutkan supaya sembuh. Atau disuruh meneguk air seturut aba-aba orang lain.
Di Kamboja
Kalau orang dewasa, ia akan dikejutkan. Kalau seorang anak, ia dikageti dengan pertanyaan yang mencecar, "Apa kau mencuri sesuatu?". Anak tersebut mungkin akan kewalahan membela diri sampai menangis, namun cegukan itu akan hilang. Kalau yang cegukan bayi, maka orang tua akan menaruh potongan jerami di atas dahi sang bayi. Hmm, agak mirip orang tua Indonesia yang menaruh potongan kertas kecil di dahi bayi yang cegukan, ya?!
Di Korea
Orang yang cegukan itu akan dikageti atau disuruh minum tanpa menarik nafas atau pun menahan nafas selama mungkin.
Di Austria
Ada beberapa cara. Antara lain, yang juga bisa ditemui di negara lain, adalah minum air, dikageti, atau pun menahan nafas sampai cegukannya hilang. Ada juga cara yang sangat unik, yaitu berkonsentrasi membayangkan 3 orang botak. Weleh, apa hubungannya cegukan dengan 3 orang botak, ya?
Terhadap Orang yang Bersin
Di Jerman
Orang yang mendengar orang yang bersin akan berkata "Gesundheit!" yang berarti "(Aku harap kau) sehat" untuk berharap orang yang bersin itu tidak akan sakit.
Di Australia
Orang lain yang mendengar orang bersin akan berkata "God bless you!" Atau "Bless you!", semacam doa agar Tuhan memberkati orang yang bersin itu supaya sehat. Terkadang mereka juga mengatakan "Take care!" agar orang yang bersin itu berhati-hati menjaga kesehatannya.
Di Prancis
Orang Prancis juga mengatakan semacam harapan agar orang yang bersin tersebut sehat. Namun yang unik ada tradisi yang mengatakan "Semoga mimpi-mimpimu menjadi kenyataan!". Hmm… apa hubungannya bersin dengan mimpi menjadi kenyataan, ya?
Di Jepang
Bersin sekali dianggap tanda ada orang lain yang memuji orang yang sedang bersin itu. Tapi bersin 2 atau 3 kali dianggap ada gosip jelek yang sedang beredar. Dan kalau sampai 4 kali atau lebih, berarti orang itu sedang flu.
Di Argentina
Seperti hendak tos saat minum, orang lain berkata ‘Salud!’ kepada orang yang besin itu, yang artinya mengharapkan kesehatan dan kebahagiaan.
Menyuruh Diam
Di Jepang, Thailand, Amerika Serikat
Menaruh jari telunjuk di depan mulut yang tertutup, sambil berkata "Ssttt!"
Di Inggris
Menyatukan jari telunjuk dan jempol dan menggerakkan jari-jari tersebut dari ujung sisi bibir satu ke ujung bibir lainnya seperti hendak menutup bibir dengan retsleting.
(Henny/Donal 1242)